Holianto
Apakah anda tahu hubungan antara 2 biji mata anda ?
Mereka berkedip bersama, bergerak bersama,menangis bersama,
melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah
melihat antara satu sama lain...
Kawan .. persahabatan seharusnya seperti itu...Disaat senang
bersama dan disaat sedang mengalami masalah juga bersama ...
Tetapi berapa banyak orang yang disaat senang mereka turut
ambil bagian, tetapi begitu sahabatnya sedang dalam masalah
mereka dengan "tega" nya meninggalkan sahabatnya ??
Sobat ,, Mari kita saling berbagi . disaat senang dan disaat
susah. Mari kita menerapkan "Kasih" yang diajarkan Yesus dalam
kehidupan kita.
"Bersukacitalah dengan orang yang besukacita, dan menangislah
dengan orang yang menangis!"
(Roma 12:15)
Tuhan memberkati
read more “Apakah anda tahu hubungan antara 2 biji mata anda ?”
Holianto
Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal. Seekor monyet tua
menasihati monyet muda itu, "Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!"Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu. Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya, "Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!"Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang "menangkap" kita, semuanya akan terlambat sudah. Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain ?
Kata Bijak :Waktu luang berarti kesempatan untuk melakukan sesuatu, namun seringkali berubah arti menjadi kesempatan untuk tidak melakukan apa-apa
read more “Lepaskan ikatanmu”
Holianto
Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya,"Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?"Temannya sambil tersenyum menjawab ; "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita,agar tidak bisa hilang tertiup angin."Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dankonflik dengan suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll, karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Manfaat positif dari continuous relationship mungkin sekali jauh lebih besar ketimbang kekecewaan masa lalu. Nobody's perfect. Belajarlah menulis di atas pasir.
read more “Menulis di pasir”
Holianto
"Kan Shu De Gu Shi"Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerjauntuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dankondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calonpenebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak danmenunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktuyang telah ditentukan kepada si penebang pohon.Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sorehari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan danmemberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa!Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belumpernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja sepertiitu."Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebangbekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapihasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakinbertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasildirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dankekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasilkerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putusasa.Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maafatas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apayang telah terjadi.Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamumengasah kapak?""Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuksetiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuattenaga," kata si penebang."Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengankapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasilluar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama,menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri,hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harusmeluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerjadengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailahmengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan.Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, sipenebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak."Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu"Istirahat bukan berarti berhenti."Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu"Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagihingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk,sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang samapentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-halbaru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kitamampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akanmenjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!
read more “Kisah Si Penebang Pohon”