Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian. Tampilkan semua postingan
Holianto

macet Sobat Give Thanks,

Pernahkan saudara mengalami jalan buntu ? jalan ke depan buntu, jalan ke samping kiri buntu, jalan ke samping kanan buntu, mundurpun juga buntu.Tapi ingatkan saudara dikala semua jalan buntu, masih ada 1 jalan lain yang tidak buntu ? jalan keatas pasti tidak buntu.

Malam ini saya diminta Tuhan mempraktek-an Firman Tuhan yang saya dengar beberapa hari lalu dari seorang hamba Tuhan di sebuah persekutuan doa. Malam ini ketika saya berada di jalan tol, saya tidak menduga begitu mau memasuki pintu tol ternyata sudah begitu banyak kendaraan yang terjebak macet. saya baru sadar setelah saya mendengar informasi dari radio bahwa sebenarnya macet ini sudah terjadi sejak siang tadi. Hah .... ? kalau begitu dalam pikiran saya sampai jam berapa saya bisa nyampai di tujuan ? jam di mobil saya udah menunjukan jam 21:30 wib, sementara antrian mobil begitu panjang.

Di depan, di samping kiri, disamping kanan, di belakang mobil kami ada truk gandeng. posisi mobil kami "terjepit". Artinya mau tidak mau kami hanya bisa berjalan ke arah depan saja tanpa bisa berganti haluan.

Di mobil saya berkata kepada isteri dan anak saya, didepan mata jasmani kita tidak ada jalan keluar. Semua jalan buntu. Kita hanya pasrah sama Tuhan. Namun kalau Tuhan yang buka jalan pasti tidak ada 1 mobil tronton atau truk gandeng yang bisa menghalangi untuk kami bisa keluar dari macet tsb.

Ajaib Loh saudaraku. Setelah mengatakan demikian, tiba tiba truk gandeng di depan kami jalan, dan herannya truk gandeng di samping kiri koq tidak jalan ? secepat-cepatnya saya membelokan setir saya ke arah kiri. keajaiban kedua terjadi lagi, disebelah kiri kami pun truk gandengnya tidak jalan juga. Sehingga kembali saya membanting setir ke arah kiri lagi.

Jadi asalnya kami terjepit diposisi sebelah kanan ,diantara mobil mobil besar, lalu Tuhan buka jalan sehingga dalam hitungan 1 menit kami bisa bergeser ke arah kiri. Dan akhirnya kami lolos dari macet.

Setelah itu, kembali Tuhan pertemukan kami dengan petugas jalan tol. Dan kami di tunjukan jalan pintas untuk kami boleh kembali pulang ke rumah.

Ini pengalaman iman yang sepertinya perkara sepele. Namun kami belajar sesuatu dari peristiwa ini. Bahwa Ketika Tuhan menutup pintu tidak ada seoranpun yang dapat membukanya. Dan ketika Tuhan sudah membuka pintu tidak ada seorangpun dapat menutupnya. Bahkan semua pintu yang tadinya tertutup sekarang terbuka lebar - lebar bagi engkau dan saya. Amin.

God Bless You

read more “Ketika Tuhan Membuka Pintu”
Holianto
Sobat Give Thanks,

Akhirnya saya bisa posting kembali. Mohon maaf ya lama tidak posting
karena kami sekeluarga baru habis berlibur :)

Hari pertama berlibur, saya udah dikejutkan dengan munculnya masalah.

Tapi tahukan saudara bahwa kadang kala Tuhan ijinkan masalah terjadi
untuk mencurahkan berkatnya pada kita semua ?

So.. jangan cepat bersungut begitu menghadapi masalah.

Awalnya gini. Waktu kami check in di sebuah hotel yang sebelumnya
kamarnya sudah kami bayar. Ternyata ada kesalahan dari pihak hotel
dimana kamar yang di berikan ke kami tidak sesuai dengan kamar yang
di bayar. Kamar yang diberikan adalah "standart".Dalam hati saya baru
juga hari pertama berlibur udah timbul masalah. Ditambah dengan petugas
hotel mengatakan bahwa kamar yang kami pesan sudah fully booking.

Wow ....

Tapi Tuhan sungguh baik loh saudara ....

Ternyata masalah tsb di ijinkan terjadi supaya kami bisa tidur di kamar
yang lebih baik . Artinya kami seharusnya bayar kamar "deluxe" namun
di upgrade ke kamar yang lebih bagus dan lebih mahal tanpa menambah
uang.

Dan bukan cuma 1 hari saja kami menikmati kamar yang bagus. Tuhan
berikan 4 malam....

Seperti pujian : Seperti pelangi sehabis hujan.. itulah janji setiaMU Tuhan..
dibalik dukaku telah menanti harta yang tak ternilai nan abadi ...

Apapun yg kita alami saat ini .. ayoooo belajar mengucap syukur..
Dan engkau akan melihat dan merasakan janji janji Tuhan terjadi dalam
hidupmu.

God Bless You All .
read more “Masalah Membawa Berkat”
Holianto
















Pengalaman rohani yang tidak akan pernah saya lupakan seumur
hidup saya. Waktu lagi berdoa & menyembah Tuhan bersama,
seperti ada aliran angin yang sangat kencang meniup ke arah saya.
Lalu badan ini melayang & setelah itu saya baru sadar setelah saya
sudah tergeletak dilantai.

Setelah saya bangun, saya baru tahu ternyata tadi itu saya
terlempar sejauh +- 3 meter.

Wow ... dahsyat sekali ...Hadirat Tuhan begitu kuat ...

Raja Daud bermazmur "Lebih baik 1 hari dipelataranMU. Daripada
seribu hari ditempat lain. MemujiMU ...menyembahMU...
KAU Allah yang hidup .. dan menikmati semua kemurahanMU.

Kuasa penyembahan pada Tuhan akan menarik Hadirat Allah turun
dan kalau hadirat Allah Turun maka pemulihan pasti terjadi.

Mari kita buang "selubung" yang menutup mata rohani kita.
Mari kita buang konsep "agamawi" dalam hidup kita.
Supaya kita bisa bergaul intim dengan Tuhan

Thanks Jesus, sepanjang hari ini Engkau pertemukan hamba dengan
Pdt Timothy Parengkuan. Pakai Pdt Timothy dengan luar biasa dalam
setiap pelayanan yang Engkau percayakan. Supaya lebih banyak
orang datang dan berjumpa denganMU secara pribadi . Amien
read more “Pengalaman Rohani Yang Tak Terlupakan”
Holianto
"Dari semula, t'lah Kau tetapkan..
hidupku dalam tanganMu, dalam rencanaMu Tuhan..
Rencana indah t'lah Kau siapkan..
bagi masa depanku yang penuh harapan..."

"S'mua baik.....s'mua baik...
apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku..
S'mua baik....sungguh teramat baik..
Kau jadikan hidupku berarti"

Sebagai seorang songwriter lagu Kristiani, saya memberi nilai sangat
tinggi untuk lagu ini. Bagi saya pribadi, lagu "Semua Baik" ini
levelnya sama dengan lagu "Amazing Grace" (John Newton), "Still"
Reuben Morgan/Hillsong), lagu yang so simple tapi membawa kepada
dimensi hubungan yang sangat teramat dekat dengan Tuhan. Bagi saya
lagu "Semua Baik" adalah lagu yang tak akan lekang oleh waktu.
Dengan kata lain lagu yang tidak mengenal season. Generasi demi
generasi akan mengucap syukur kepada Tuhan melalui lagu ini. Sing that
God is good all the time.

Apakah dalam hidup ini jarum jam sedang berada di angka 12 (di atas),
atau sedang berada di angka 6 (di bawah), GOD IS GOOD.
Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan dalam hidup kita.

Kuasa pengucapan syukur melalui lagu ini sangat luar biasa.
Adalah mudah mengatakan 'semua baik' saat semua keadaan kita baik,
tapi bagaimana saat mengalami yang tidak baik? Pasti tidak mudah
mengatakannya. Tapi justru di saat itulah kekuatan yang dari Allah
tercurah, memberi kita kemampuan untuk menjalani hidup ini, dan kelak
waktulah yang akan membuktikan bahwa 'benar...benar. ..Ia merancangkan
damai sejahtera atas kita'.

Teman sepelayanan saya mengalaminya.
Bermula dari kesuksesan yang luar biasa dalam bisnis fashion retailnya.
Toko-toko fashion lain di sekitarnya saat itu sangat iri melihat
kesuksesan teman saya, sehingga banyak yang datang ke tokonya, pura-pura
menjadi pembeli, hanya untuk melihat 'apa sih rahasianya, kok lebih rame
dari yang lain ?'. Tapi kemudian, segala sesuatu tidak berjalan seperti
yang direncanakan. Dagangannya mulai seret pembeli, begitu drastis
terjadinya, sehingga teman saya ini benar-benar tidak siap menghadapinya.
Singkat cerita tokonya pun harus ditutup, dan menyisakan begitu banyak
hutang, dan stock yang menumpuk dan tidak tahu harus dijual kemana.
Segala upaya dicoba, memberi discount, sale besar-besaran, dan berusaha
menjual ke daerah-daerah lain, tapi tetap saja gagal.

Dalam kegalauan hati, teman saya mencari Tuhan, tersungkur dalam
doa-doanya. Mengapa Tuhan? Mengapa Tuhan?
Teman saya bersaksi, tiba-tiba dalam kedukaannya ia digerakkan untuk
menyanyikan "s'mua baik, smua baik apa yang t'lah Kau perbuat di dalam
hidupku...".

Airmata mengalir deras dan ia berserah kepada Tuhan, bahkan mengucap
syukur atas segala yang tidak enak yang dialaminya.
Tahun demi tahun yang berat berlalu, dan sekarang sebagai sahabatnya
saya mau bersaksi kepada teman-teman. Tuhan tidak pernah meninggalkannya,
dan Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan kepadanya. Sekarang teman
saya beralih profesi menjadi seorang desainer interior yang lagi sibuk
menerima job order. Teman saya ini sampai kewalahan mengerjakan dan
menerima berkat dari Tuhan.
Semua baik, semua baik.

Siapa di balik penciptaan lagu ini?
Siapa orang yang luar biasa yang menciptakan lagu ini?
Lagu "Semua Baik" diciptakan oleh Budi Haryanto dan Tommy 'One Way' Widodo.
Nama yang terakhir mungkin teman-teman familiar yah, karena Tommy adalah
personel dari group band Kristen terkenal 'One Way'.

Tapi siapakah Budi Haryanto?
Budi sudah pulang ke Rumah Bapa, sehingga saya menggalinya dari
co-partnernya, Tommy, dan juga dari istri Alm. Budi, yaitu Yani.

Tulisan ini tidak menyertakan foto Tommy, karena Tommy lebih
menonjolkan sisi Budi dalam penciptaan lagu ini.
(Yang penasaran bisa lihat wajah Tommy di album One Way).

Tommy menuturkan :
"Kisah dibalik terciptanya lagu ini terjadi sekitar 18 tahun yang lalu.
Bermula dari persahabatan saya dan Budi.
Waktu itu kita sama-sama belajar musik di gereja dan mulai belajar
melayani.

Budi adalah anak pertama dari 5 bersaudara dari sebuah keluarga yang
sangat sederhana. Hobinya main gitar dan bikin lagu. Dia seorang yang
rajin dan setia melayani dimana saja, mulai dari komsel, persekutuan doa,
sekolah minggu sampai acara-acara kebaktian, dia selalu pergi melayani
ditemani sepedanya.

Suatu hari Budi datang ke rumah membawa bagian chorus (refrain) lagu
"Semua Baik" dan minta saya untuk membuat bagian verse (bait) nya.
Akhirnya terciptalah lagu "Semua Baik" secara lengkap dalam waktu singkat
karena inspirasi dariNya.
Singkat cerita saya dan Budi berpisah karena saya harus sekolah ke luar
kota. Beberapa waktu kemudian saya mendengar Budi sakit komplikasi dan
kemudian meninggal dunia.

Budi meninggalkan istri dan seorang anak yang tuna rungu. Dia tidak
meninggalkan warisan apa-apa (kekayaan) buat mereka.

Lagu "Semua Baik" direkam untuk yang pertama kali beberapa tahun
kemudian, dalam album anak-anak bernama Revi, dan mulai dinyanyikan di
banyak gereja.

Sejak kematian Budi, lagu itu mengajar saya untuk selalu melihat
kebaikan Tuhan. Budi dengan hidupnya yang sederhana dan penuh pergumulan
bahkan meskipun anaknya tuna rungu, dia bisa berkata lewat lagu ini
bahwa semua yang Tuhan perbuat dalam hidupnya sangat baik.

Saya berdoa melalui lagu ini kita semua bisa selalu melihat kebaikan
Tuhan apapun yang terjadi dalam hidup kita. Amin. (Tommy)

From the deepest heart of Budi's wife :

Saya Yani, istri dari Alm.Budi Haryanto serta ibu dari Michael Ronaldo
Setiabudi yang sekarang ini bersekolah di SLB-B Cimahi Bandung .

Didalam setiap langkah-langkah hidup kami, Tuhan Yesus selalu hadir
memimpin jalan hidup kami ini. Dengan kasih-Nya Tuhan membimbing kami
dalam kebenaran untuk masuk dalam rencana serta kehendak Tuhan, kami
menyadari betapa kebaikan Tuhan Yesus itu tidak bisa dikatakan juga
dihitung karena terlalu banyaknya tapi bisa dirasakan.
Segala yang Tuhan sudah buat adalah baik adanya.

karena itu kami bersyukur atas karya Tuhan Yesus yang membuat segala
sesuatunya indah pada waktunya, serta baik adanya. Segala yang kami
alami Tuhan Yesus itu sangat-sangat baik untuk menjadikan kami semakin
dekat dengan Bapa.

Saya dan anak saya mengucapkan syukur, berterima kasih buat segala
kebaikan serta pemeliharaan Tuhan Yesus atas hidup kami hingga saat
ini. Waktu ini juga kami berterima kasih buat teman-teman yang sudah
menolong baik dalam doa maupun sekolah anak kami, juga tak lupa kepada
papi Daniel Alexander, Tommy Widodo yang sangat baik bagi kami serta
Kel. Bp. Adi Mulyanto dimana sekarang ini kami tinggal bersama-sama.
Tuhan Yesus memberkati. (Yani)

Menurut Yani, Budi pulang ke rumah Bapa tanggal 12 April 2000, karena
penyakit jantung. Sebelumnya, pada saat penyakit Budi semakin parah,
Budi dan Yani harus berpisah karena keadaan. Budi menjalani terapi di
Temanggung, dan Yani bekerja di Solo untuk membiayai keluarganya.
Dua minggu sebelum meninggal, dalam pertemuan terakhir mereka, Budi
yang sudah sangat kurus, hanya kulit yang membalut tulang, berpesan
kepada Yani untuk tetap melayani Tuhan dengan setia. Satu kalimat
Budi yang sangat diingat dan dipegang Yani adalah "kalaupun saya
dipanggil Tuhan, Tuhan akan pelihara hidup kamu dan Michael".

Michael masih berumur 4 tahun ketika papanya dipanggil Tuhan, dan
6 tahun kemudian, di tahun 2006, lagu "Semua Baik" sangat booming,
dan memberkati banyak umat Tuhan dari berbagai denominasi.
Yani juga merasakan berkat secara finansial dalam bentuk royalti,
karena lagu ini banyak sekali direkam dalam berbagai album rohani.

Seperti kata Tommy, Budi pergi tidak meninggalkan warisan kekayaan.
Tapi masih ada satu warisan, yaitu sebuah lagu yang kelak menjadi
berkat tidak hanya bagi Yani & Michael, tapi bagi banyak orang
percaya, bahkan orang-orang yang tidak pernah dilihat oleh Budi.

Seperti apa yang Budi janjikan pada Yani pada saat-saat terakhirnya,
Tuhan menggenapi, bahwa Ia memelihara hidup Yani dan Michael. Sampai
saat ini Yani tetap percaya bahwa Tuhan itu baik, tetap mengatakan
semua baik di dalam Tuhan, dan semua indah pada waktuNya.

Budi tidak sempat mendengarkan lagu ini direkam saat ia masih ada di
muka bumi ini, tapi lagu ini bergerak cepat melangkah memberkati umat
Tuhan, bahkan lebih dari yang Budi perkirakan. Lagu ini tidak hanya
dapat dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, juga telah ditranslate ke
bahasa Jepang, dan Inggris.

Zenbu ii

Hajime kara mou keshiteita
watashi no inochi kami no tenohirani
utsukushii keikaku
watashi no mirai hontou akarui

reff :
zenbu ii
zenbu ii
nandemo sarareru yo
inochi no naka
zenbu ii
totemo ii
inochi ni imi ga aru yo


All Is Good

You have planned all things
from the beginning
for all you'have prepared for me
my life is in your hands oh Lord

i trust that your plans
are purposed for my good
for all future full of hope
and for abundant life

reff :
all is good, all is good
everything that you have done
in my life
all is good,truly good
i have meaning in my life
because of You

All blessings,
read more “Smua Baik (story behind the song)”
Holianto
Sobat...

Rekan pelayanan saya bercerita, dalam sebulan terakhir ini
dia sering diminta bantuan untuk membantu beberapa rekan yang
orang tuanya meninggal dunia. Membantu untuk mengurus mulai dari
rumah sakit sampai pada waktu penguburan.

Apakah rekan saya ini tidak bekerja ? Lalu bagaimana dengan
pekerjaannya ?

Sobat .... Kalau engkau menolong orang lain dengan segenap
hatimu tanpa pamrih, Tuhan pasti memperhitungkan apa yang
engkau kerjakan.

Lalu rekan saya ini bersaksi pada saya. Dia bekerja sebagai
marketing dan beberapa hari sebelum itu,dia memasukan penawaran
harga kepada salah satu perusahaan, namun ternyata hasilnya nihil.
Penawaran ditolak dengan alasan harganya mahal.

Sobat .. Anehnya setelah rekan saya ini melakukan tugas pelayanan
diatas, tiba tiba perusahaan dimana dia masukan penawaran harga
menelpon dia dan langsung menyetujui harga dan memberikan order
kepada rekan saya ini.

Sobat ... Tuhan kita maha tahu. Tuhan kita maha mengerti.
Tuhan sanggup membuka segala pintu berkat buat kita semua.
Mungkin saat engkau diutus untuk melayani pekerjaan Tuhan
sepertinya engkau buang-buang waktu.
Ingat apa yang engkau kerjakan dengan segenap hati, Tuhan
memperhitungkan semua itu. God Bless.
read more “Lakukan Dengan Segenap Hati”
Holianto


"JanjiMu s'perti fajar pagi hari....
yang tiada pernah terlambat bersinar....
cintaMu s'perti sungai yang mengalir....
dan kutahu betapa dalam kasihMu.........."

Demikian lirik dari reff lagu "JanjiMu Seperti Fajar".
Hampir semua umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja bisa menyanyikannya.
Saya ingat, suatu kali dalam pelayanan kunjungan ke Rumah Sakit,
kami menyanyikan lagu-lagu penghiburan dari kamar ke kamar, untuk menguatkan dan memberi pengharapan kepada pasien-pasien yang sedang terbaring lemah di Rumah Sakit.

Ada seorang pasien yang meminta lagu JanjiMu Seperti Fajar dinyanyikan.
Pasien ini menderita kanker stadium lanjut dan sudah sangat lemah.
Kerabat keluarga yang dikasihi mengelilinginya, dan bersama-sama kami menyanyikan lagu ini.
Tak terasa airmata menetes. Rasa haru yang dalam begitu kuat menguasai kami, dan kasih Bapa terasa dicurahkan atas pasien itu.
Teman-teman juga pasti mengalaminya saat menyanyikan lagu ini.
Ada kekuatan baru yang dilimpahkan ke atas setiap yang menyanyikannya.
Yang jelas...banyak orang diberkati, tapi nggak banyak yang tahu siapa penulis lagu ini. Penasaran ???
Untuk itu, saya sengaja meminta kepada songwriter, Afen, untuk menuliskan story behind the song. Apa yang dialaminya, sehingga lagu yang sangat powerful ini tercipta. Original lho. From the deepest heart of songwriter "JanjiMu Seperti Fajar".......

Nama saya Afen Hardianto.



Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya yang perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA. Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat hubungan kami yang dulunya ditentang.

Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal pernikahan kami.
Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.
Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya. Rasa cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. Saya selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak membalas tetapi saya semakin menyakitinya.
Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya.
Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :
“jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan,
apalagi hati seorang Afen”

Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya.. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan megharapkan akan berujung pada perceraian. Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya. Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan saya menangis.
Saya berkata kepada Tuhan :
“ Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian?”

Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu : "JanjiMu Seperti Fajar", dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.
read more “Di Balik Lagu "JanjiMU Sperti Fajar"”
Holianto
Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di
daerah Tangerang. Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang
harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena
pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di dalam bis
yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik
usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana
mungkin dari tutup botol).

Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu
“Yesus ajaib, Tuhanku ajaib....” (~ a song by Ir. Niko, red.)
Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh
penumpang bis memarahi anak tersebut, “Diam kamu! Jangan nyanyi
lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!”

Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka
dan dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam
hati berkata, “Tuhan, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum
tentu saya bisa/berani melakukan hal tersebut”. Karena bis akan
melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol
menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun
dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut.
Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia
bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi.
Semua penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya masih ada di situ
dengan tujuan jika kemudian anak tsb akan ditempeleng atau dihajar
saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah,
“Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?”
dst, dst. Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai
mereda, anak kecil itu baru berbicara, “Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika
mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang
Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya
tetap akan menyanyikan lagu tersebut.” Seluruh kerumunan menjadi
terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia
melanjutkan,“Sudahlah... . Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah
lagi. Sini.. saya doakan saja Bapak-Ibu.”

Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu
oleh anak ini. Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau
menerima Tuhan. Saya yang sedari tadi menyaksikan hal tersebut,
kemudian pergi meninggalkan kerumunan tsb. Saya melanjutkan naik
mikrolet. Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga mikrolet melaju
dengan sangat lambat. Sopir mikroletnya bertanya, “Ada apa sih Pak?
Koq banyak kerumunan?” Saya jawab “O.... Itu ada banyak orang
didoakan oleh anak kecil.”

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil
pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian
bertanya, “Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?”

Jawabnya, “Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih
besar dari roh apapun di dunia ini”, tuturnya mengutip ayat Firman
Tuhan. Lanjutnya, “Bapak mau saya doakan?”

Saya terperanjat, “Kamu mau doakan saya?”

Jawabnya, “Ya kalau Bapak mau.”

Saya menjawab, “Baiklah. Kamu boleh doakan saya.”

Doanya, “Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini
jika sore nanti dia akan ada pelayanan Youth.”

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras
mengalir. Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang
mungkin menonton kejadian tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan
sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya
akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika
kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi
kemauan yang Tuhan kehendaki.

~ kesaksian oleh Pdt. Wisnu
Tuhan memberkati.
read more “PENGAMEN & PENGINJIL”
Holianto
Sobat ...

Hari minggu kemaren saya menemani pembicara yang datang
dari Jakarta untuk berkotbah di gereja kami. Siangnya kami
pergi makan siang bersama.
Setelah saya antar ke hotel, pendeta ini berterima kasih
karena sudah di temani dan di layani sepanjang pagi
hingga siang hari.

Sobat ... inilah arti dari sebuah pelayanan. walaupun hanya sebagai
"supir" yang menjemput dan mengantar seorang pendeta, Tuhan
memperhitungkan semua itu.

Senin pagi, saya sudah di peseni seorang rekan kalau siang ini
saya tidak usah membeli makan siang karena ada yang traktir makan
siang.

Sobat ... ini seperti kejadian biasa. tetapi saya percaya bukan
terjadi secara kebetulan kalau minggu saya habis mengantar hamba
Tuhan makan siang dan senin siang kembali diberkati makan siang.
Kalau kita melayani pekerjaan Tuhan dengan setia, apapun bidang
pelayanan saudara, Tuhan pasti memperhitungkan.
Tuhan pasti memberkati pelayanan, pekerjaan kita semua.
Tuhan tidak pernah berhutang.

Tuhan memberkati.
Holianto
read more “Tuhan Tidak Pernah Berhutang”
Holianto
Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas
tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah
menjawab "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa
sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja
sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-
rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,untuk
10 jam,berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah
Andrew.Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali
bertanya,"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang
malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya
mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun
menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu
belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil
memegang uang Rp. 15.000 ditangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew
berkata,"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat
apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan
besok kan bisa.

Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku
kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama
minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main
ular tangga.Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo
waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu
Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000.tapi karena
Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp.40.000,- maka setengah
jam aku harus ganti Rp. 20.000. Tapi duit tabunganku kurang
Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya
bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru
menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama
ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

Sobat .... Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Selagi Tuhan masih beri kita kesempatan untuk berkumpul
bersama keluarga, Lakukan itu !
Mungkin saat engkau pulang bekerja, badan terasa capek...
Ingat .. Jangan ulangi kesalahan yang sama seperti yang
dilakukan oleh seorang ayah diatas.

Tuhan Memberkati.
read more “Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan”
Holianto
Sobat ...
Hari Sabtu minggu lalu saya bersama salah seorang teman membesuk orang tua salah seorang rekan di persekutuan kami di rumah sakit.
Bukan kebetulan pada saat yang sama, ada seorang ibu yang usianya sudah lanjut baru masuk satu ruangan dengan orang tua rekan kami tsb.ibu ini di rawat di rumah sakit karena kakinya patah.

Dan yang mengejutkan begitu ibu ini melihat rekan saya tadi, dia langsung memanggil pak profesor. pikirnya .. oh dokter yang merawat dia sudah datang.mungkin tampang rekan saya ini kayak "profesor". dia kebetulan pakai baju berwarna putih dan kepalanya sedikit botak.

Beberapa saat kemudian rekan saya ini mendekat ke ibu tsb. Lalu menanyakan apakah ibu mau kami doakan ? ibu tsb mengangguk kepalanya tanda setuju.Lalu Kami berdoa buat ibu tsb. Selesai berdoa, saya sedikit terkejut karena awalnya ibu tadi memanggil rekan saya itu dengan sebutan "profesor", setelah berdoa dia ganti memanggil dengan sebutan "bapak pendeta". ibu ini berulang-ulang mengucapkan terima kasih pak pendeta, terima kasih pak pendeta.
Pak Pendeta sudah mau mendoakan saya. Pak Pendeta sudah mau memperhatikan saya. Terakhir baru kami tahu bahwa ibu ini hidup sebatang kara. Dia tidak mempunyai keluarga. Ibu ini hidup sendiri. Hanya rekan rekan seiman yang memperhatikan dia.

Sobat .. dari kejadian ini ... ada satu pelajaran yang bisa saya ambil yaitu bukan hanya seorang pendeta yang bertugas melayani sesama dengan kasih.
Saudara dan sayapun harus bisa melakukan hal tsb. Walau status kita bukan seorang Pendeta, tetapi hendaklah kehidupan kita selalu mencerminkan KASIH Kristus. Sehingga banyak orang bisa merasakan bahwa ada Kristus dalam kehidupan kita, ada Kristus dalam keluarga kita, ada Kristus dalam pekerjaan kita.

"Jadillah Terang dimana engkau dan saya berada". Tuhan Memberkati.
(Holianto)
read more “Terima Kasih Pak Pendeta”
Holianto
Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di
Amerika.Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya,
kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk
melakukan kegiatan lain.
Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira
melihat ada truk baru,ia memukul-mukulkan palu ke truk
baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan
catnya tergores.
Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya,
memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman.
Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa
anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba
segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur
tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan
untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak
kecil tersebut.
Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan
jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan
polos ia berkata,"Papa, aku minta maaf tentang trukmu."
Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari- jariku akan
tumbuh kembali?"
Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.
Renungkan cerita di atas!
Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran
kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki.
Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak
dapat diperbaiki.
Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang
dan perbuatannya,kita seringkali lupa bahwa mengampuni
lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat
salah. tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan
akan menghantui kita selamanya.
Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.
Ingatlah, jika kita menghakimi orang, kita tidak akan ada
waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali....

Kawan .. hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di
backward dan Forward..... HIDUP hanya ada tombol
PLAY dan STOP saja....
jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat
membayangi kehidupan kita kelak...
Yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"
hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....
CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang
sesungguhnya. ........
   
    

read more “Hidup Bukanlah VCD PLAYER”