Holianto

toko kue

Sebuah inspirasi bagi kita semua. cerita ini dikirim seorang teman dan saya mau share bagi semua pembaca setia blog ini.

Di sebuah kota kecil di Jepang, datanglah seorang Ibu berpakaian sederhana ke sebuah toko kue mewah di kota itu. Dia datang untuk membeli kue manju (kue dr kacang hijau berisi selai).
Pelayan pelayan toko itu sangat terkejut melihat Ibu itu karena pakaiannya yg sangat sederhana menunjukkan bahwa dia orang miskin. Sementara toko itu  tempat berbelanja orang-orang kaya.
Karena itu seorang pelayan dgn terburu buru membungkus kue yg dipesan Ibu itu, bermaksud supaya si Ibu bisa segera meninggalkan toko.
Tapi belum sempat dia menyerahkan kue itu, sang pemilik toko berkata : “Tunggu, biarkan saya yg menyerahkannya.”
Pemilik toko itu kemudian menyerahkan bungkusan kue kepada si Ibu. Pemilik toko itu membungkuk hormat, :“Terima kasih atas kunjungan ibu.”
Setelah si Ibu berlalu, pemilik toko itu berbalik & menghampiri pelayan pelayan tokonya yg kebingungan. Krn dia memang sudah hampir tidak pernah lagi melayani pelanggan sendiri.
“Saya hrs melayaninya sendiri,Ibu tadi adalah pembeli istimewa”
Pelayan-pelayan toko itu masih saling bertatapan kebingungan tp tak ada seorangpun yg berani bertanya.
pemilik toko itu berkata:
“Selama ini yg membeli kue di toko kita adalah orang-orang kaya. Mereka bisa membeli berapa saja & kapan saja, sekalipun harga kue di toko kita agak mahal.
Tapi Ibu tadi pasti harus mengorbankan sebagian penghasilannya yg tidak seberapa untuk bisa menikmati kue manju dari toko kita,Karena itulah dia harus dilayani dengan hormat !”

Sobat Give Thanks,
Sering kali kita lebih menghargai dan menghormati orang-orang kaya, jabatan tinggi dll, namun pernahkah kita mencoba menghormati orang-orang  yg miskin, bawahan kita / staff kita / pembantu atau orang yg lebih rendah derajat sosialnya dari kita.
Mari mulai saling Menghargai dan menghormati kaya miskin, besar kecil, tua muda
Orang yg terhormat adalah Orang yg senantiasa menyadari bahwa orang lain adalah sama seperti dirinya membutuhkan penghargaan dan penghormatan dan selalu belajar untuk lebih menghormati orang lain daripada dirinya sendiri.

read more “Toku Kue”
Holianto

jari 1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong, paling panjang dan suka menghasut jari telunjuk.
4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut.

 

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan ( menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).
Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.
Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu- saling menyayangi- saling menolong- saling membantu- saling mengisi- bukan untuk saling menuduh- menunjuk- merusak.....
Semua perbedaan dari setiap kita adalah keindahan yg sengaja diciptakan agar kita rendah hati utk menghargai orang lain, tdk ada satupun pekerjaan yg dapat kita kerjakan sendiri. Mungkin Kelebihan kita adalah kekurangan org lain, tapi juga kelebihan orang lain mungkin juga Kekurangan kita. 
Tdk ada yg lebih bodoh atau lebih pintar, perihal bodoh atau pintar itu adalah kerelatifan dlm bidang/talenta yg diberikan TUHAN agar kita bersama2x menuju satu impian...
Keseluruhan yg dimiliki semuanya yang menjadi sempurna.... Bukan satu individu yg sempurna....
Orang pintar bisa gagal,.
Orang hebat bisa jatuh,.
tetapi,,
Orang yang mengandalkan TUHAN dalam segala hal akan selalu melihat kemulian TUHAN.

read more “FALSAFAH LIMA JARI”
Holianto

love Pada suatu hari Aristoteles bertanya pd Gurunya :  "Apakah Cinta Sejati itu?"
Guru:  Berjalanlah lurus di taman Bunga yg Luas, Petiklah 1 bunga yg Terindah menurutmu, Dan jangan pernah berbalik ke belakang !
Kemudian Aristoteles melaksanakannya dan kembali dgn tangan hampa..
Guru: mana Bunganya?
Aristotles menjawab: Aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku telah menemukannya, tapi aku berfikir, didepan ada yg LEBIH Bagus lagi....ketika aku telah sampai di ujung taman, aku baru sadar bahwa yg aku temui pertama tadi adalah yg terbaik, tapi aku tidak bisa kembali lagi ke belakang...
Guru: seperti itulah Cinta Sejati,
semakin kau mencari yg terbaik, maka kau tak akan pernah menemukannya..
Jika kau sudah menemukan cinta dan terikat dalam sebuah mahligai perkawinan, ‎​janganlah sekali-sekali mencoba tuk berpaling kelain hati, karena itulah awal sebuah kehancuran.
Jangan pernah mengabaikan cinta yang sudah kau raih, hanya karena pesona cinta semu disekitarmu, karena itu hanya dipermukaan saja yang kau lihat.
Perhatianmu kepada cinta yang lain, biasanya melebihi dari cinta yang telah kau dapat, itulah yang mengawali sebuah perselingkuhan hati, hentikan jika itu sudah merasukimu, kembalilah kepada keabadian cintamu.
Jangan pernah sia-siakan cinta yg pernah tumbuh dihatimu..
Karena waktu tidak akan pernah berputar dan kembali..

read more “"Apakah Cinta Sejati itu?"”
Holianto

IMG_9679 Dimalam yang sunyi, sepi, hujan rintik-rintik di Villa Anugerah di kota Tretes, Tepat pada tanggal 2 Januari 2011, Tuhan memberikan kepadaku sebuah "Surat Cinta" sebagai hadiah Ulang tahunku yang ke-39 tahun. Rekan sepelayanan di ministry Anak Raja ikut merayakan perayaan sederhana yang sangat bermakna. Istri tercinta juga memberikan 2 hadiah terindah.  Hadiah pertama mulai hari ini dia memanggilku dengan sebutan "Koko". Dan hadiah kedua, dia menyanyikan sebuah pujian dengan judul "Di Telapak tanganMU kau tulis namaku". Sungguh lagu ini mengingatkan saya kembali pada Papa yang telah dipanggil Tuhan hampir setahun yg lalu. Pujian ini memberikan kekuatan padaku bahwa Tuhan adalah Bapa yang tidak pernah meninggalkanku".

Berikut kutipan surat Cinta Tuhan sebagai hadiah Ulang tahun ke-39 :

Anakku, Aku ingin engkau tahu bahwa dari mulanya, Aku adalah Bapa bagimu. Akulah yang telah membentuk engkau sejak dari tempat gelap. Aku telah memegang tanganmu sejak engkau masih didalam rahim ibumu. Sejak kecil, Aku telah melatih tanganmu dan menempa hidupmu. Mungkin engkau berpikir mengapa AKU mendidik engkau dengan begitu kerasnya sepanjang hidupmu. Tetapi sesungguhnya Aku membentuk dan melatih tanganmu menjadi kuat sehingga tangan itu tidak pernah lelah untuk bekerja dan kakimu sehingga menjadi tidak pernah lelah untuk melangkah. Terkadang hidupmu ditempa keras bukan karena Aku tidak mengasihimu tapi semua orang akan melihat bahwa engkau pribadi yang tegar dan kuat.

onta Seperti ONTA, demikian engkau dihadapanku. Ia sanggup hidup ditempat paling keras dan kering sekalipun bahkan ia mempunyai persediaan yang cukup untuknya maupun untuk orang lain.  Ia merupakan binatang yang bekerja keras untuk tuannya tanpa kenal lelah. Aku ingin memakai engkau seperti dia, agar tuannya dapat menaikinya. Ia rela untuk menekuk lututnya dan merendah agar tuannya dapat menungganginya.

Demikian engkau dimataKU. Ketika engkau merendah, engkau akan makin meninggikan dan memuliakan AKU.

Ia tidak pernah memandang bulu. Ia menyediakan dirinya untuk dipakai baik oleh raja-raja maupun peziarah-peziarah. Kekuatan, ketekunan, kesetiaan dan kerendahan hati itulah keindahannya.

Bersiaplah anakku, sebab segala ketekunan dan jerih payahmu akan berbuah dan menuai hasil yang berlimpah-limpah. Engkau akan dihiasi dengan sukacita sebab RAJAmu akan berjalan bersama engkau dalam kehormatan.

Dari Kasihmu,

BAPA

Thanks buat All my team di Ministry Anak Raja. Kalian semua menjadi bagian dari hidupku. Tuhan memberkati.

read more “Hadiah Ulang Tahun ke-39”
Holianto

burung rajawali Di Suatu hari yang panas seekor rajawali sangat haus dan ingin minum. Sungai amat jauh dan sangat melelahkan jika terbang ke sana untuk minum. Ia tidak melihat kolam air di mana pun. Ia terbang berputar-putar. Akhirnya ia melihat sebuah buyung di luar rumah. Rajawali terbang turun ke buyung itu. Di sana ada sedikit air di dasar buyung. Rajawali memasukkan kepalanya ke dalam buyung tetapi ia tidak menggapai air itu. Ia memanjat ke atas buyung. Ia memasukkan lagi kepalanya ke dalam buyung tetapi paruhnya tidak bisa mencapai air itu.
Kemudian ia mencari akal.Rajawali itu terbang tinggi dan kemudian turun menuju ke buyung untuk memecahkannya dengan paruhnya tetapi buyung itu amat kuat. Ia tidak dapat memecahkannya. Rajawali itu keluar terbang kearah buyung kemudian ia menabrakkan sayapnya. Ia mencoba memecahkannya, agar airnya akan keluar membasahi lantai. Tetapi buyung itu amat kuat. Rajawali itu amat letih bila harus terbang lebih jauh lagi. Ia berpikir ia akan mati kehausan.Rajawali itu duduk termenung di sarangnya. Ia berpikir terus menerus Ia tidak mau mati karena kehausan. Ia melihat banyak batu-batu kecil di tanah. Ia mendapatkan ide. Ia mengambil batu itu dan memasukkannya ke dalam buyung. Ia memasukkan dan memasukkan terus. Air itu naik lebih tinggi setiap kali batu jatuh ke dalam buyung. Buyung itu hampir penuh dengan batu. Air telah naik sampai ke permukaan. Rajawali yang pintar itu memasukkan paruhnya dan ia mendapatkan air. Pepatah mengatakan bahwa “ Jika ada kemauan pasti ada jalan. “ Rajawali itu telah membuktikan. Di penghujung tahun 2010 dan memasuki tahun 2011, ada 1 pesan buat sobat Give Thanks. "Jangan pernah menyerah".. Percayalah Tuhan Yesus selalu berjalan bersama kita. Dia selalu memberi jalan keluar atas semua persoalan hidup ini. Dan yang terpenting, Yesus Spesialis untuk menyelesaikan masalah-masalah kemustahilan dalam hidup ini. Amien

read more “RAJAWALI YG CERDIK”
Holianto

merry xmas

Dari lubuk hati yang paling dalam saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Natal pada semua pembaca setia Blog Give Thanks.

Semoga Damai Natal senantiasa membawa Sukacita, Berkat, Kedamaian, kebahagiaan yang melimpahuntuk kita semua. Tuhan Memberkati.

read more “Merry Christmas 2010”
Holianto

Poster Final Call 2010 (compress) Apa yg kita inginkan utk kita menangkan di alam nyata...maka kita harus menduduki dan memenangkannya terlebih dahulu di alam roh. Utk mengambil terobosan dari Tuhan atas sby, atas keluarga, rumah tangga, perekonomian, kami mengundang semua teman2 utk hadir di Surabaya Berdoa. Thema "Final Call"  

Tanggal  : 14 des 2010

Tempat  : Gedung SSCC - Supermall Surabaya

Pukul     : 18.30 WIB

FREE dan tidak perlu pendaftaran.

Kita akan melepaskan nubuatan atas Kota Surabaya, keluarga dan seluruh kehidupan kita.

Acara ini juga dikemas dalam bentuk tarian dan drama kolosal yang melibatkan pengisi acara +- 150 org dari berbagai denominasi Gereja di Surabaya.

Bagi teman-teman yang tidak menerima brosur karena kehabisan stok maka melalui Blog ini kami mengundang teman teman untuk hadir memuji , menyembah dan menikmati lawatan Tuhan. Kami juga mengundang teman-teman yang mendengar promo acara di Radio Sangkakala (AM 1062) dan Nafiri FM (FM 107.1) dan B FM (FM 92.9).

Atau teman teman yang mendengar promo acara ini di www.Youtube.com

Ajak Keluarga, Rekan, Sahabat datang di acara ini. Nikmati lawatan Tuhan yang Luar Biasa. Tuhan Menanti kehadiranmu. JLU

 

read more “Surabaya Berdoa - Final Call (14 Des 2010)”
Holianto

KERETA TERAKHIR UNTUK MEMBAWA TABUT TUHAN KEMBALI KE BAIT-NYA.

kereta api Sebuah pesan Tuhan yang ditulis rekan saya Hendry (Sabtu, 27 November 2010, 07.35 am) dan saya rindu membagikan berita ini pada semua pembaca setia blog ini. anda bisa copy paste berita ini dan meneruskan ke siapa saja supaya mereka tahu dan mengerti bahwa This is the Final Call.

 

Ketika pagi tadi saya mandi, ada dua macam pesan yang saya terima dari Tuhan, yang pertama untuk seorang hamba Tuhan yang sedang mengerjakan sesuatu dan yang kedua ialah gambaran yang saya dapat tentang acara Final Call. Berikut adalah gambaran yang tiba-tiba Tuhan taruh dalam hati saya dari sejak mandi pagi sampa berangkat ke kantor pagi ini:

KERETA AKAN BERANGKAT

Saya melihat ada sebuah kereta yang akan segera berangkat, saya tidak tahu tujuannya kemana,tapi dalam hati saya berkata: ini kereta pergerakan dan lawatan Tuhan. Beberapa orang masinis kereta tersebut berteriak di jalan-jalan dan berseru: AYO NAIK, KERETA SEGERA BERANGKAT! Tapi sangat ironis, yang meresponi adalah orang-orang yang punya banyak ‘keterbatasan’, sedag orang-orang yang kaya, makmur, dan sukses, sangat sedikit sekali yang merespon. Beberapa diantara mereka masih sibuk dengan handphone dan Blackberry mereka, ada yang sibuk mempercantik diri mereka, ada yang masih sibuk belanja disana-sini memenuhi keinginan sendiri, ada yang masih menangis karena mengurus suami mereka, ada yang sibuk bermain games, ada yang sibuk dengan dosa dan kenikmatan mereka. Ditengah-tengah itu, masinis kereta masih terus berteriak dan mengajak orang-oorang yang lagi nyantai tersebut untuk berangkat dan segera menyiapkan diri mereka.

BAIT TUHAN SEKARANG

Ditengah perjalanan menuju ke kantor, melewati jalan Kendangsari, Tuhan menunjukkan satu gambaran  yang pernah saya dapatkan dari Tuhan ketika melayani di GBT Kalam Hidup, yaitu tentang keadaan Bait tuhan zaman sekarang, yang berbicara tentang kehidupan orang Kristen saat ini.

Ketika memasuki pelataran bait Tuhan, saya melihat ada satu batu yang tersusun diantara yang lain, saya langsung tahu bahwa itu adalah mezbah bakaran, tempat para imam mempersembahkan korban bagi Tuhan. Tapi yang saya lihat, mezbah tersebut berserakan, bahkan ada sarang laba-laba dibeberapa sisinya, terdapat arang bekas membakar korban yang sudah lama tidak dipakai, Tuhan berkata: “para imam tidak lagi mempersembahkan korban dihadapan Tuhan, padahal Tuhan ingin melakukan sama seperti yang Elia lakukan yaitu mempersembahkan korban dan api Tuhan turun menghanguskannya”. Saya melhat banyak para imam yang sibuk dengan persembahan kasih yang mereka terima, memilih tepat pelayanan yang profit PK nya besar, api mereka tidak lagi mempersembahkan hidup mereka bagi Tuhan, korban bakaran suda tida ada lagi sejak lama.

Saya melihat ada tembaga pembasuhan disana dengan air yang sangat kotor dan bau, saya berkata: Pantesan banyak anak Tuhan yang sekarang jatuh bangun dalam kenajizan, karena tidak ada lagi air yang bersih untuk membasuk kehidupan kita. Ini berbicara tentang gereja yang tidak lagi berani mengkonfrontasi dosa sehingga banyak anak Tuhan yang merasa biasa untuk berbuat dosa, bahkan mereka tidak bias lagi membedakan mana yang kehendak Tuhan dan mana yag kedagingan, semua bercampur jadi satu.

Ketika masuk ruang kudus, saa ditunjukkan banyak benda-benda dari emas tetapi berserakan, meja pertunjukan yang berisi roti, tercecer dimana-mana, para imam mencuri roti-roti tersebut bahkan mereka sedang berebut satu dengan yang lain, dan tidak jarang saya melihat ada diantara mereka saling emmbunuh karena menginginkan roti. Remah-remah yang jatuh ke tanah, mereka ambil semaunya seperti anjing. Saya melihat ada satu kaki dian yang apinya sudah matu, bahkan minyaknya mulai membusuk dan tidak dapat dinyalakan kembali. Didalam ruangan gelap itu, terdapat meja dupa yang sama berantakannya, banyak doa-doa yang tidak terjawab karena memang kehidupan doa tidak lagi ada. Bahkan rumah Tuhan yang seharusnya disebut sebagai rumah doa, berubah menjadi gudang dan sarang penyamun.

Saya dibawa masuk kesebuah ruangan akhir yang konon, hanya satu orang yang boleh masuk kesana, dan konon ceritanya, orang biasa yang masuk kesana akan mati jika melakukan kesalahan. Dan katanya, disana ada sebuah koak yang berhiaskan emas dan ada bentuk dua malaikat diatasnya yang ditenga-tengahnya ada satu sinar biru indah yang turun, dan itulah shekinah glory. Tapi ketika saya masuk, suasana yang saya rasakan tidak seperti yang diceritakan banyak orang, rasanya hampa, kering, tidak ada damai, tidak ada sukacita, dan saya mencari kesana kemari, ternyata tabut Tuhan itu tidak ada pada tempatnya. Itu yang membuat saya yakin dan berkata: Pantesan nggak ada hadiratNya, wongtabutNya sudah hilang.

Itu adalah gambaran yang Tuhan tunjukkan tentang Kereta Final Call dan keadaan bait Tuhan zaman sekarang, apa hubungannya? Final Call ini, berbicara tentang sebuah generasi akhir yang menerima panggilan terakhir dari Tuhan untuk berdiri bagi kota dan bangsa, yang fokusnya sebenarnya ialah MEMBAWA TABUT TUHAN MASUK KEMBALI KE YERUSALEM, sama seperti yang Daud pernah lakukan. Ada korban yang tercurah dalam setipa beberapa langkah, dan ada imam-imam yang mengangkatnya. Tuhan sedang memanggil dan berseru bahkan berteriak: APAKAH ENGKAU TIDAK RINDU TABUTKU KEMBALI KEDALAM KEHIDUPANMU, KE KOTAMU, DAN KE BANGSAMU? Saya sangat percaya keadaan akan segera berubah ketika kita mau berdiri dan berkata: AKU MAU!. Maka kemuliaan Tuhan akan urun atas kota dan bangsa ini. Saya melihat, setiap ibadah yang dilakukan dimanapun di kota ini, akan  sering melihat perjumpaan dengan Tuhan secara nyata, dijalan-jalan akan sering diadakan parade-parade pujian bagi Tuhan dan Tuhan sendrii berjalan didepan barisan mereka, akan banyak terobosan yang terjadi, mujizat-mujizat aka sering terdengar dan dialami. *Musa

Bila masih penasaran tentang artikel ini, saya mengajak dan mendorong anda yang membaca "notes" ini, untuk ikut dalam acara "Surabaya Berdoa". Disini kita akan melihat sebuah pagelaran tarian Kolosal dan drama yg menggambarkan penjelasan diatas. Yuk ... Ajak semua Keluarga, rekan, sahabat DLL untuk mengikuti acara ini. Pendukung acara +- 150 orang dan dari berbagai denominasi Gereja di Surabaya.

HARI                      : SELASA

TANGGAL               : 14 DESEMBER 2010

JAM                       : 18.30 WIB

TEMPAT                 : SSCC / SUPERMALL, SURABAYA

TEMA                     : FINAL CALL

read more “THIS IS THE FINAL CALL, ARE YOU READY ?”
Holianto


read more “Promo Acara Surabaya Berdoa (Final Call) 14 Des 2010.mp4”
Holianto


read more “Persiapan Surabaya Berdoa (Final Call) 14 Des 2010.mp4”
Holianto

mata The nice story: Mamaku hanya punya 1 mata, aku membencinya.. dia memalukan bagi aku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami.
Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, lalu mengacuhkannya dan berlari pergi.
Keesokan harinya, teman2 mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang, aku berteriak kepadanya "Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja ?!" Aku benar2 marah saat itu.
Aku bertekad keluar dari rumah itu dan tidak berhubungan dengan dia sama sekali. Jadi, aku belajar dengan semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di Singapura. Aku menikah, punya anak dan bahagia dengan kehidupanku.
Sampai suatu hari, Mama datang ke Singapura untuk menjenguk, saat di depan pintu, anak2 ku melihat dan ketakutan, saat itu juga aku berteriak "Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak2 !!" Dia terkejut dan menjawab "Maafkan saya, mungkin saya salah alamat"
Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat 1 rumah, dimana aku tinggal saat itu, hanya ingin tahu dan kata seorang tetangga mama sudah meninggal, aku tidak meneteskan air mata. Tetanggaku memberikan surat yang Mama ingin aku membacanya.
"Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, Maafkan aku saat datang ke Singapura dan menakuti anak2 mu dan juga maafkan aku membuatmu malu didepan teman2 mu dulu.. Semoga kamu mengerti.. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan 1 mata, sebagai Mama, aku tidak sanggup melihatmu tumbuh dengan 1 mata, jadi aku memberikan milikku.. Aku bahagia karena anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu..
From the book LOVE IN SILENCE

read more “Pengorbanan Seorang Mama”
Holianto

telegraph Amsal 15:32

Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Sewaktu jaman telegraph sedang berjaya, ada seorang anak muda yg begitu mencintai sandi morse & bermimpi dapat bekerja di perusahaan pengiriman pesan kilat tsb.

Hingga suatu hari kesempatan itu datang, perusahaan mengumumkan adanya sebuah lowongan pekerjaan.

Dgn bersemangat anak muda itu datang ke perusahaan u/ melamar pekerjaan.

Ketika memasuki perusahaan telegraph itu, ia kagum melihat sekeliling bagaimana para sibuk bekerja & terdengar ramai suara-suara sandi morse.

Namun ternyata peminat atas pekerjaan itu tidak sedikit, Byk org tlah duduk menunggu u/ melakukan wawancara.

Oleh resepsionis ia diminta mengisi formulir sambil duduk menanti bersama para pelamar lainnya.

Namun ketika ia telah selesai mengisi formulir, tiba-tiba anak muda itu berdiri & segera masuk ruang wawancara tanpa menunggu dipanggil.

Hal itu tentu saja membuat para pelamar lainnya bertanya-tanya.

Apalagi beberapa saat kemudian diumumkan bahwa pemuda tsb mendptkan pekerjaan tsb.

Mereka pun protes dgn keputusan itu.

Akhirnya pihak manajemen memberi penjelasan, “Anak muda ini datang bkn hanya menunggu dipanggil, namun ia benar" menguasai & mencintai sandi morse.

Sedari tadi kami sdh memberikan informasi melalui sandi morse yg berbunyi, ‘Jika Anda sudah selesai mengisi formulir, silahkan masuk u/ wawancara.’

& anak muda ini menangkap informasi tsb, sedang saudara2 tidak.”

Sobat Give thanks .. apa Pesan Moral dari cerita diatas ?

Terkadang, kita seperti para pelamar itu.

Kita sibuk dgn permintaan kita, sehingga kita tak tau bahwa TUHAN sedang berbicara dgn kita.

Akhirnya, berkat yg harusnya kita terima terlewatkan, hanya karena kita tak peka dgn suaraNYA.

Untuk itu mari kita belajar seperti anak muda yg mencintai sandi morse itu.

Ketika kita datang kpdNYA, kita bukan hanya sibuk dgn permintaan & pikiran kita sendiri, namun juga mengarahkan telinga rohani kita kpd suaraNYA.

read more “TELEGRAPH”
Holianto

main bb

Sobat Give Thanks, Sebuah pembelajaran bagi kita semua....

Aku dan adik sayang mama
Tapi maaf ma.
Mengapa saat adik menangis kehausan,
Mama masih asyik BerBBM

 

 

Mengapa saat aku tidak bisa mengerjakan PR
Mama selalu bilang coba dulu pikir sendiri, sambil mata melotot ke BB
Mengapa saat aku tidak bisa memasang tali sepatu. Mama selalu menyuruh mbak untuk membantunya, sambil tangan mama lincah menyentuh BB
Aku dan adik sayang Papa
Tetapi, maaf Pa
Mengapa saat mama minta tolong ambilkan pampers untuk adik. Papa selalu bilang ambil sendiri, sambil tertawa di depan layar BB
Mengapa saat aku mengajak main bola. Papa selalu bilang papa lagi capek, tapi tanpa lelah balas BBM
Mengapa papa sekarang jarang sekali menyanyikan lagu saat membobokkan adik. Tapi papa asyik terus pegang BB
Mengapa papa sekarang jarang sekali baca cerita saat sebelum tidur. Tapi papa selalu pegang BB saat membobokkan aku
Aku dan adik sayang Papa Mama
Tapi, maaf pa ma
Aku dan adik jadi benci BB, padahal papa mama menyayanginya
Karena sejak ada BB, papa jarang cium aku
Karena bila pegang BB, mama kalau ditanya PR selalu marah-marah
Karena bila ada bunyi BB, papa selalu melepaskan gendongan adik
Karena sejak ada BB, mama hanya bisa tertawa dengan BB
Karena sejak kerajingan BB, papa jarang maen perang-perangan lagi denganku
Aku dan adik sayang Papa Mama
Tapi, maaf pa ma
Aku pernah ajak adik berdoa, semoga BB papa mama selalu low bat.
Aku pernah ajak adik berdoa, mudah-mudah wajahku berubah jadi BB. Biar papa mama selalu pandangi aku terus
Aku pernah Ajak adik berdoa, supaya BB papa mama ketinggalan di kantor. Biar Aku dan adik bisa bersenang-senang seperti dulu lagi
Aku pernah ajak adik berdoa, supaya semua orang di rumah ini tidak beli BB kayak papa mama. Agar kalau papa mama mengacuhkan aku, aku bisa main dengan mereka
Papa dan Mama
Maafin aku dan adik
Dr Widodo Judarwanto SpA

read more “Blackberry”
Holianto

Sobat Give Thanks, pernahkan anda mengalami koneksi bbm sangat lambat ? atau anda langganan unlimited namun karena akses ke aplikasi pihak ketiga kemudian ada biaya tambahan lagi ?
bb Berikut ini adalah setting APN (Access Point Name) pada handset Blackberry, agar kita tidak akan dikenakan tambahan biaya GPRS, karena sebenarnya kita sudah belangganan Blackberry Internet Service baik paket harian, mingguan atau bulanan karena paket-paket tersebut sudah mengemas semua layanan secara unlimited.
Tetapi terkadang kita menerima tagihan atau keadaan dimana pulsakita terpotong akibat biaya penggunaan GPRS, kenapa demikian ? maka dari itu silahkan periksa setting APN yang ada pada BlackBerry kita.
Caranya adalah dengan masuk ke menu sebagai berikut :
OPTIONS > ADVANCE OPTIONS > TCP (klik)
Username dan Password biarkan Kosong
Ada 3 pilihan :
1. APN : blackberry.net
Maka browser BB hanya akan bisa mengakses situs2 yang sesuai dengan Blackberry (BlackBerry friendly). Situs yang BB friendly itu tidak akan kena charge GPRS. Untuk situs yang tidak BB-friendly, maka tidak dapat diakses.
2. APN : [dikosongkan]
Maka browser Blackberry dapat mengakses keduanya, apabila situs itu BB friendly, maka tidak bayar. Jika masuk kedalam situs yang tidak BB friendly makan akan dikenakan charge biaya GPRS sesuai operator yang berlaku. (contohnya situs radio streaming, Youtube).
3. APN : wap.-operator-
Ini tidak direkomendasikan Karena, semua situs yang diakses akan dikenakan biaya GPRS, meskipun sudah BB friendly.
axis
APN: axis
User: axis
Pass: 123456
Indosat
Apn: indosatgprs
Username: indosat
Password: indosat
XL
Apn: www.xlgprs.net
Username: xlgprs
Password: proxl
Telkomsel
Apn: telkomsel
Username: wap
Password: wap123
Matrix
Apn : satelindogprs. com
Username : indosat / blank
Password : indosat / blank
M3
Apn : www.indosat-m3.net
Username : m3
Password : gprs
Three / 3
Apn : 3gprs
Username : 3gprs
Password : 3gprs
Kemudian, pada browser Blackberry, kita harus merubah konfigurasi yang ada pada menu configuration sebagai berikut:
1. OPTIONS > ADVANCE OPTIONS > BROWSER (klik).
2. Default browser configuration (KLIK) : pilih INTERNET BROWSER.
Tips : Untuk akses youtube, radio dan video streaming lainya, sebaiknya menggunakan akses Wi-Fi, sehingga tidak akan ada tambahan biaya pemakaian GPRS.
sumber:
www.feedberry.com
read more “Setting APN untuk BlackBerry”
Label: 0 komentar | edit post
Holianto

bandeng Happy Sunday ... Sobat Give Thanks. Inspirasi ini ttg bandeng presto : Ikan bandeng memiliki daging yang lezat. Namun, sayangnya memiliki tulang dan duri yang susah dipisahkan dari dagingnya. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah bandeng menjadi bandeng presto. Bandeng diolah dengan pressure cooker, alat masak yang bekerja dengan memberikan tekanan tinggi. Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa, sehingga tulang dan duri bandeng tersebut bisa menjadi lunak, tetapi dagingnya sendiri tidak rusak. Kita pun dapat menikmati daging bandeng yang lezat tanpa harus terganggu dengan tulang dan durinya lagi.
Mirip dengan ikan bandeng, ada juga banyak “tulang dan duri” dalam diri kita yang membuat hidup kita tidak menyenangkan bagi Tuhan. Mungkin “tulang dan duri” itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dan sebagainya. Maka, kerap kali Tuhan harus mengatasinya dengan “memasukkan” kita untuk sementara waktu ke dalam “pressure cooker”, yakni situasi hidup yang membuat stres. Tentu dengan “takaran tekanan” yang sudah Dia atur, sehingga tidak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Cukup kuat untuk “melunakkan duri” alias membentuk kita, tetapi tidak sampai membuat kita hancur.
Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yang menekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah. Tetaplah beriman kepada-Nya. Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang Dia ingin kita ubah dalam diri kita. Lalu jalani dengan kesabaran dan ketekunan. Agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik,

read more “Ikan Bandeng Presto”
Holianto
beras
Sobat Give thanks,
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggallah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut dan kemudian berkata kepada ibunya: "Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja di sawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa ke sana".

Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan ke sekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya. Sang anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya. Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : "Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, di sini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

Awal bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk ke dalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".

Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras di rumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !". Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya Bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk di atas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja di sawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi." Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.

Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu, sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru-buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya dan akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi Qing Hua dengan nilai 627 point.

Di hari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk di atas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi di sana masih terdapat tiga kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi." Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke belakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku..................”

Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang zaman dan sepanjang kenangan." Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagiaan serta sukses di masa depannya.

read more “Kasih ibu sepanjang masa”
Holianto

Sobat Give Thanks ... Di zaman yang serba sulit seperti ini... masih ada sosok gadis kecil yang berhati mulia. Yuuk Simak kisah dibawah..

True Story !!! Yu Yuan Gadis Kecil Berhati Malaikat. yang berjuang hidup dari Leukimia Ganas, setelah merasa tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan segala-galanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan. Sungguh .. tak abis kata2 untuk Yu Yuan. Terima kasih telah memberikan contoh mulia kepada kami…

yu yuan Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di
sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.
Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.
Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya
sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela
melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa
menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu
Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya
mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di
ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama
kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min
menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu
memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu
Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan
diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,……. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante,
kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat
wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di
pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.
Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit,
kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima
kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak
mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami
diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia.
Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.

Posting oleh jimmyellys.

read more “Aku Pernah Datang Dan Aku Sangat Penurut”
Holianto

domba Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.
Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada anjingseorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?” Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.
“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.
Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.
Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.
Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, “Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih.”

read more “Kisah Dari Negeri Tiongkok”
Holianto

anak

Selamat pagi sobat Give Thanks ....Apa kabar ?? ini sebuah pembelajaran bagi kita semua dalam mendidik anak-anak kita..

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.
Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum.
Budaya Menghukum
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. 
“Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anakanaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.
“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. 
Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.
Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya.
Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.
Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.
Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. 
“Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.
Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.
Melahirkan Kehebatan
Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
RHENALD KASALI

read more “Encouragement”
Holianto

lulus Sobat Give Thanks, Hari ini saya mau share tentang apa yang saya dapatkan tadi siang di sebuah persekutuan doa. Ada sebuah pujian baru dari Sari simorangkir. Lagi ini sangat menginspirasi saya ketika saya sedang menghadapi "masa-masa sulit" di hidupku.

Syair nya sbb:

 

 

Ku yakin saat KAU Berfirman

Ku menang saat KAU bertindak

Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMU

Ku aman karna KAU menjaga

Ku kuat karna KAU menopang

Hidupku hanya ditentukan oleh KuasaMU.

REFF :

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil

Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin

Mujizatnya Disediakan Bagiku

Ku di angkat dan dipulihkanNYA

Saat ruang kesaksian seorang rekan saya bersaksi. Selama ini anaknya disekolah nilainya selalu dibawah standar (kebanyakan nilai merah). Beberapa kali rekan saya ini dipanggil oleh pihak sekolah untuk diberi tahu kalau anaknya nilainya sangat jelek. Ada satu ketakutan dan rasa kwatir juga karena saat ini anaknya akan mengikuti unas (ujian nasional) SMP. Pihak sekolah kembali memanggil dan memberi info kalau anaknya 2 kali try out unas dan hasilnya gagal. Pihak sekolah pesimis dengan kelulusan anak teman saya ini.

Waktu menjelang unas, anaknya beberapa kali dijumpai tidak belajar. kadang tertidur bersama buku-bukunya. Kadang dijumpai hanya main handphone. Secara manusia rasa jengkel dan kesal itu datang. Namun rekan saya ini tidak sampai berlaku kasar terhadap anaknya. Dan apa yang dilakukan teman saya ini dia hanya datang pada Tuhan mohon belas kasihan Tuhan agar anaknya bisa lulus ujian unas. Suami isteri berdoa selalu bagi anaknya.

Dan singkat cerita sewaktu hasil ujian nasional diumumkan, anak rekan saya ini LULUS. Dan bukan saja lulus namun nilai-nilainya rata angka 8 dan 9.

Apa yang saya petik dari kesaksian ini ?

Bagi Tuhan tidak ada yang terlalu sulit. Bagi Tuhan Tidak ada yang mustahil. ini yang namanya TEROBOSAN. Bayangin yang semula nilai anak teman saya ini rata nilai merah (dibawah angka 6). Lalu di tangan Tuhan diubahkan menjadi nilai 8 dan 9.

Sobat Give Thanks yang terkasih. Siang ini kalau kita sedang berada dalam masa-masa yang paling sulit dalam hidup kita. Ayoo mari datang pada Yesus yukkk...

Berserah dan pasrah dalam tangan Tuhan. Lakukan bagian kita yaitu berusaha. Sisanya adalah bagian Tuhan yang melakukan perkara-perkara AJAIB.

Ayo kita nyanyikan Pujian ini Reff nya saja  :

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil

Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin

Mujizatnya Disediakan Bagiku

Ku di angkat dan dipulihkanNYA

 

Kiranya artikel singkat ini bisa bermanfaat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Tak lupa saya ucapkan selamat Weekend bersama keluarga.  Tuhan memberkatimu. Amien

read more “Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin”