Holianto
Belajar Rendah Hati dari Nelayan
By : Handoko

Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati
pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi
pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut
tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras
mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan
bertanya: "Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi
angin dan matahari?"
"Tidak" jawab nelayan itu singkat.

Cendekiawan melanjutkan " Ah, jika demikian bapak telah
kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak"
Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.
"APa bapak pernah belajar sejarah filsafat?" tanya cendikiawan.
"Belum pernah" jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan
kepalanya.
Cendekiawan melanjutkan " Ah, jika demikian bapak telah kehilangan
seperempat lagi peluang kehidupan Bapak". Si Nelayan kembali cuma
mengangguk-angguk membisu.
"APa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?"
tanya cendikiawan.
"Tidak bisa" jawab nelayan itu singkat.
"Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan tigaperempat
peluang kehidupan Bapak"

Tiba-tiba... ..
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka
tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya
kepada cendekiawan
" Apa bapak pernah belajar berenang?"
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab
"Tidak pernah"
Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri "Ah, jika demikian,
bapak telah kehilangan semua peluang hidup bapak".

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas:
list of 3 items
• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.
list end
Label: edit post
0 Responses